Kisah Jeffrey Lang, profesor matematika yang menjadi mualaf setelah membaca Al-Qur'an. Perjalanan spiritual yang menginspirasi.
![]() |
Foto: Istimewa via Yeni Asya |
Kisah inspiratif datang dari Jeffrey Lang, seorang profesor matematika di University of Kansas, yang memutuskan untuk memeluk Islam setelah bertahun-tahun menjadi seorang ateis. Perjalanan spiritual Lang menunjukkan bagaimana kekuatan Al-Qur'an mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan terdalam dalam hidupnya.
Awal Kehidupan dan Pertanyaan tentang Agama
Jeffrey Lang lahir pada tahun 1954 dalam keluarga Katolik Roma. Ia menghabiskan 18 tahun pertama hidupnya di sekolah Katolik, tetapi selama waktu itu, ia sering mempertanyakan berbagai konsep keagamaan yang tidak memuaskan logikanya.
Pada usia 18 tahun, Lang memilih untuk menjadi ateis. Namun, pandangannya mulai berubah ketika ia menjadi dosen muda matematika di University of San Francisco dan bertemu dengan sejumlah mahasiswa Muslim.
Pertemuan dengan Mahasiswa Muslim
Salah satu sosok yang berperan besar dalam perjalanan spiritual Lang adalah Mahmoud Qandeel, seorang mahasiswa asal Arab Saudi. Qandeel dikenal karena kecerdasannya dalam menjawab berbagai pertanyaan ilmiah dan keagamaan yang Lang ajukan.
"Kami berbicara tentang agama. Saya menanyakan pertanyaan saya kepada mereka, dan saya sangat terkejut melihat betapa cermatnya mereka memikirkan jawabannya," kata Lang.
Membaca Al-Qur'an dan Menemukan Hidayah
Qandeel memberikan Lang beberapa buku Islam beserta salinan Al-Qur'an. Sejak saat itu, Lang mulai membaca dan menyelami makna Al-Qur'an. Setiap malam, ia mencatat pertanyaan-pertanyaan yang mengganggunya, dan keesokan harinya ia menemukan jawabannya dalam ayat-ayat suci tersebut.
"Tampaknya sang penulis Al-Qur'an (Allah SWT) mengetahui pertanyaan-pertanyaan saya dan menulis pada baris yang tepat pada saat saya membaca halaman berikutnya. Saya telah bertemu diri saya sendiri di halaman-halaman berikutnya," ungkap Lang.
Kekuatan Spiritual dalam Salat
Setelah menjadi mualaf, Lang secara rutin melaksanakan salat lima waktu. Ia merasa kedamaian spiritual yang mendalam, terutama saat salat Subuh. Bagi Lang, salat bukan sekadar ritual, tetapi momen refleksi diri dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
"Mengapa bayi terhibur dengan suara ibunya?" jawab Lang ketika ditanya tentang perasaannya saat mendengar lantunan Al-Qur'an dalam bahasa Arab.
Buku Best Seller dan Perjalanan Spiritual
Jeffrey Lang telah menulis beberapa buku tentang Islam yang menjadi best seller di kalangan komunitas Muslim di Amerika Serikat. Salah satu bukunya yang terkenal berjudul Even Angels Ask: A Journey to Islam in America. Dalam buku tersebut, Lang berbagi pengalaman dan wawasan yang ia peroleh selama perjalanannya menuju Islam.
Inspirasi bagi Banyak Orang
Kisah Jeffrey Lang menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Perjalanannya membuktikan bahwa hidayah bisa datang dari mana saja, bahkan melalui pertanyaan-pertanyaan kritis yang berujung pada jawaban dari Al-Qur'an.
Pada tahun 2019, kisah Lang sempat menjadi sorotan media internasional. Banyak yang merasa takjub dengan bagaimana seorang ilmuwan yang rasional bisa menemukan kedamaian dalam Islam.
Kesimpulan
Perjalanan Jeffrey Lang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang logis dan rasional, yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan terdalam manusia. Bagi mereka yang masih mencari kebenaran, kisah ini menjadi pengingat bahwa pencarian tidak pernah sia-sia.
Jika Anda merasa terinspirasi dengan kisah ini atau memiliki pandangan yang ingin dibagikan, jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah ini. Kami ingin mendengar pendapat Anda!
Posting Komentar